Bestie, kamu sadar nggak sih… Desember tuh datang kayak alarm dari semesta. Setelah sebelas bulan jungkir-balik ngadepin hidup, drama kerjaan, drama perasaan, sampai drama random yang nggak kita pesan, tiba-tiba Desember muncul sambil bilang, “Udah, kamu capek. Saatnya istirahat dulu.”
Dan jujur nih ya, liburan akhir tahun itu bukan cuma soal jalan-jalan. Ini soal nge-reset hati. Soal ngingetin kita kalau dunia nggak selalu tentang ngejar target, tapi juga tentang nyimpen kenangan. Terutama bareng orang yang nggak akan ninggalin kita meski kita lagi cupu, lagi ribet, lagi berantakan: keluarga.
Kita suka lupa, padahal waktu bareng keluarga itu nggak selamanya ada. Kita tumbuh, mereka menua, adik semakin besar, dan momen sederhana tiba-tiba jadi barang mahal. Makanya liburan akhir tahun bareng keluarga tuh nggak cuma seru… tapi priceless banget.
Kalau keluargamu tipe pecinta alam, coba bayangin ini: naik ke dataran tinggi, dingin-dingin sambil minum coklat panas, foto keluarga dengan background sunrise, terus malamnya ngumpul di api unggun sambil cerita hal receh sampai tertawa sesak. Healing yang bukan cuma terasa di badan, tapi di hati.
Kalau keluargamu lebih santai, staycation tuh nggak kalah menyenangkan. Sewa vila atau hotel yang aesthetic, terus seharian main UNO, barbeque, masak bareng, karaoke, gosip masa kecil, sampai nostalgia betapa dulu kita sering berantem rebutan remote TV. Itu momen cinta versi keluarga.
Kalau keluargamu aktif banget, city-tour juga bisa jadi pilihan terbaik. Kulineran, cari tempat aesthetic buat foto, belanja, jalan malam tahun baru, nonton kembang api sambil pelukan satu keluarga karena dingin tapi bahagia. Cape? Iya. Senang? Lebih dari iya.
Yang mau nuansa lebih menyentuh, perjalanan religi akhir tahun juga banyak dipilih. Ada kedamaian yang nggak bisa dijelasin, ketika satu keluarga duduk tenang di tempat ibadah, mendengar doa, merasakan sesuatu yang bikin dada hangat dan mata sedikit berkaca. Itu healing versi jiwa.
Apapun bentuk liburannya, satu pesan pentingnya sama: bukan soal sejauh apa perginya, tapi siapa yang ikut di perjalanan itu. Kita selalu ke mana-mana dalam hidup, tapi nggak selalu punya kesempatan untuk benar-benar dekat dengan keluarga.
Kalau kamu lagi nyari inspirasi dan rekomendasi destinasi biar liburan nggak asal jalan, cek dulu referensi lengkap liburan desember bersama keluarga biar itinerary kamu makin jelas dan nggak pusing mikir dari nol.
Bestie, dengerin aku baik-baik: kamu udah berusaha sepanjang tahun. Kamu layak bahagia. Kamu layak istirahat. Kamu layak merasa dicintai tanpa syarat. Dan momen bareng keluarga itu adalah cara paling effortless untuk ngerasain semua itu.
Tahun depan hidup bakal mulai ngebut lagi. Tapi untuk sekarang? Yuk, berhenti dulu. Yuk, pulang sebentar ke bahagia.
